Skip to main content

Merindu - Satu

Tulisan ini dibuat dalam rangka merindu, dan aku yakin, akan terus ada tulisan-tulisan selanjutnya dalam rangka yang sama. Terbayang, kan? Akan ada berapa banyak tulisan. Jika setiap kali aku rindu, ku bayar dengan menulis. Berharap rindu ini sampai kepadamu.

Ini adalah tulisan pertama tentang rinduku, tentang ketiadaan jarak yang memisahkan; bahkan kita dekat, amat sangat dekat. Tapi tak sekalipun aku utarakan. Karena sesunguhnya, kita bukan terpisah jarak, tapi ego. Yang egoku dan egomu tak lagi sejalan. Jadi, biar rindu ini ditulis.

Comments

Popular posts from this blog

Kepada Satu Nama

Hati adalah sesuatu yang suci, sesuatu yang tulus Sesuatu yang sama sekali tidak pernah berdusta atas diri Hati adalah tempat dimana ketulusan tumbuh, hidup dan tinggal di dalamnya Tidak percaya? Ku berikan sebuah perumpamaan Begini ceritanya, Ketika hati telah memilih dan memutuskan kepada siapa ia jatuh cinta Maka seisi dunia hanyalah tentang seseorang yang dicintainya. Satu bukti. Hati hanya akan condong kepada satu nama Hati tidak akan pernah mendua, sedikitpun tidak akan pernah Jangan pernah menyalahkan hati, karena ia sesuatu yang memaksa dirimu untuk jujur padanya Ketika kau mencintai seseorang (yang baru), maka sesuatu yang baru itu perlahan menggeser posisi seseorang yang lama. Bukti (kedua) bahwa hati tidak akan pernah mau ditempati oleh dua orang sekaligus, bahwa hati tidak akan pernah mendua. Bukti (kedua) bahwa hati adalah sesuatu yang suci, sesuatu yang tulus.. Hati akan terpaksa untuk memilih Dan pada akhirnya, Kau hanya perlu pandai ...

Tanpa Judul

Pagi hari saat weekend rasanya cukup nikmat apabila diisi dengan kehangatan secangkir teh ataupun kopi, mungkin ditambah cookies rasa coklat atau kayu manis Sembari merasakan kecupan sinar mentari pagi yang menembus ke tulang melalui ruang-ruang pada kulitmu. Tapi jangan takut! Ya jangan takut kulitmu nan putih bak air susu ibu akan menggelap, karena sinarnya baik untuk tulangmu. Ya, berguna agar membuat mu lebih kokoh menjalani kehidupan! Tapi kali ini, di pagi hari ini, aku sedang tidak melakukan rutinitas sebagaimana aku ceritakan di atas. Rutinitas siapa aku pun tak tahu, yang jelas memang bukan rutinitasku. Hanya tipikal sebagian orang dalam mengawali hari Dengan layar laptop didepan mataku, ditemani sajak milik Kharisma P. Lanang berjudul “Percuma”. Ku beritahu, begini isinya: Kira-kira Singkatnya begini, Kau harus bahagia, Meskipun tidak harus denganku Namun kau juga harus mengerti, Aku benci kalimat ini. Serta alunan musik dari Banda Neira - ...